Jakarta, RMexpose.Dian Siswarini memiliki prinsip bahwa dalam urusan prestasi di bidang telekomunikasi, wanita sebenarnya lebih unggul.
Insinyur jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengawali kariernya di bidang teknik sesuai latar belakang pendidikannya di tahun 1991.
Selain menjadi ibu rumah tangga, Dian juga bisa menancapkan prestasi dan kariernya sebagai seorang wanita yang mampu melakukan pekerjaan yang mayoritas dilakukan oleh kaum Adam ini.
Menurutnya, dalam karier tidak perlu dibatasi dengan urusan gender. “Jika ada laki-laki yang jago memasak, tidak dipersoalkan. Kenapa justru perempuan yang berada di dunia laki-laki, banyak yang ngomongin,” cetusnya.
Ibu dua anak ini dikenal jago membaca trend teknologi. Baginya, teknologi informasi akan terus berkembang. Karenanya, dia dituntut pintar memilih jenis investasi agar duit yang dialokasikannya tidak terbuang percuma. Tapi mampu memberikan hasil yang menggiurkan.
Prinsip investasi, jangan menaruh telur dalam satu keranjang, sangat dipegang Dian dalam setiap melakukan investasi. Untuk itu, dia sangat berhati-hati dalam berinvestasi baik di bank maupun pasar modal.
Kuncinya sekarang, bagaimana supaya investasi yang sudah terjadi itu tidak sia-sia dan menuju ke arah bisnis teknologi dengan cara paling ekonomis, paling cepat dan paling baik sesuai kepentingan korporasi.
Dia mengaku harus terus belajar karena hal ini bagian tuntutan kerja. Agar tidak tertinggal, Dian sering menghadiri konferesni untuk berdiskusi. Dengan kesibukannya yang padat, Dian mengakui mulai jenuh. Namun, dia punya trik, yakni harus memiliki penyaluran atau mempunyai hal lain yang disenangi. “Saya suka main golf walaupun tidak bisa sering-sering,” katanya.
Pada awal berkarier di XL, Dian sering memberikan training, berupa soft skill, decision making di bidang problem solving.
Dian memulai karier di sebuah perusahaan satelit. Posisi terakhirnya sebelum menjadi Direktur Jaringan XL adalah sebagai Senior Vice President Network Operation Center.
Meski disibukkan dengan pekerjaan, namun baginya keluarga tetap nomor satu. Setiap hari libur, Dian selalu menyempatkan diri bersama suami dan kedua anaknya. Saat sedang bersama keluarga, tak jarang ponselnya berbunyi jika ada komplain masalah jaringan. Keluarganya pun mengerti keadaan tersebut.
Bahkan terkadang tengah malam pun sering ada kejadian tiba-tiba dan ada yang nelpon. Namun, diakuinya, sejauh ini keluarganya tetap mengerti profesinya. DIN