Saham Lokal Makin Terpuruk
Jum'at, 10/07/09 15:07:39 PM
Paidjo
Rontoknya bursa regional mengikuti anjloknya bursa New York sebesar 2,35 persen membuat indeks kembali tumbang. Pada penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (23/6) siang ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali merosot 53,164 poin atau 2,69 persen ke 1.921,863 dari penutupan Senin (22/6) di posisi 1.975,027.
Investor siang ini kembali mencatat penjualan bersih senilai Rp 196,85 miliar. Dimana volume perdagangan mencapai 4,28 miliar, dengan nilai transaksi hanya Rp 2,53 triliun, dan frekuensi 61 ribu kali. Hanya 9 saham yang berhasil naik, 184 saham mengalami koreksi, dan 31 saham tidak mengalami perubahan harga.
Saham-saham unggulan yang kembali membebani indeks kali ini antara lain: Indo Tambangraya turun Rp 1.300 per saham, PTBA terkoreksi Rp 650, PP London jatuh Rp 350, AstraAgro lestari turun Rp 300, serta United Tractors turun Rp 250 per saham. Selain itu, jatuhnya saham kelompok Bakrie juga turut menyeret pelemahan indeks kali ini.
Analis dari BNI Securities, Asti Pohan menjelaskan indeks saham di bursa Wall Street kembali mendapat tekanan jual sehingga anjlok lebih dari 200 poin setelah Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi lebih melambat dari perkiraan sebelumnya. Kejatuhan ini akhirnya merembet pula ke bursa regional termasuk bursa Jakarta.
"Turunnya harga minyak mentah ke US$ 67 per barel, terkoreksinya harga minyak kelapa sawit, serta melemahnya nilai tukar rupiah membuat indeks juga terkena aksi tekanan jual," tuturnya.
Hingga pukul 12.30 WIB, indeks Hang Seng (Hong Kong) memimpin kejatuhan bursa saham regional dengan 3,16 persen, diikuti Nikkei 225 (Jepang) jatuh 2,95 persen, Kospi (Korea Selatan) turun 2,51 persen, All Ordinaries (Australia) turun 2,86 persen, serta Straits Times (Singapura0 terkoreksi 1,6 persen