header-rmexpose
    Jumat , 03 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
Lewat Buy Back, Harga Saham Telkom Akan Makin Tinggi
Jumat, 08/02/08, 04:48:29 AM WIB
 
 

Jakarta, myRMnews. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) masih terus melakukan pembelian kembali sahamnya melalui progam Pembelian Kembali Saham (Share Buy Back) tahap II.

Hingga 4 Februari 2008 buyback sudah mencapai 94.066.000 lembar saham atau sekitar 44 persen dari 215.000.000 lembar saham yang ditargetkan.

Sebelumnya, per 17 Januari 2008, pembelian kembali saham Telkom masih sebesar 45.200.000 lembar atau 21 persen dari target.

Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom Tbk, Eddy Kurnia mengungkapkan, komitmen Telkom untuk melakukan program pem­belian kembali sahamnya akan terus berlanjut hingga 31 Desember 2008.

‘’Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya management untuk terus secara aktif melakukan strategi pe­ngelolaan modal, ‘’katanya.

Menurut Eddy, melalui program Share Buyback, Telkom bermaksud menun­jukkan komitmennya untuk terus me­ningkatkan nilai pemegang saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas bebas (excess free cash flow) kepada mereka.

Lebih lanjut dikatakan, program Share Buyback akan membuat Telkom lebih fleksibel dalam mencapai struktur per­modalan yang efisien sehingga memung­kinkan operator InfoCom terbesar ini menurunkan keseluruhan biaya modal dan meningkatkan Earnings Per Share (EPS) atau Earnings Per ADR (EPADR) dan Return on Equity (ROE) secara berkelanjutan

Eddy meyakini, program Share Buy­back II akan memberikan manfaat, terutama bagi para pemegang sahamnya. “Kami juga tidak akan melakukan pembelian kembali saham kalau langkah tersebut justru akan mengakibatkan dampak negatif secara material pada likuiditas dan modal perseroan atau mempengaruhi status perseroan sebagai perusahaan terbuka,” ujarnya.

Dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom pada 21 Desember 2005, pemegang saham telah memberi mandat kepada Direksi Telkom untuk melaksanakan program Share Buyback Tahap I dengan ketentuan nilai maksimum pembelian kembali Rp 5,25 Triliun untuk jangka waktu 18 bulan yang telah berakhir pada tanggal 21 Juni 2007.

Pembelian dilaksanakan di Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) dan New York Stock Exchange dengan broker masing-masing PT. Danareksa untuk pembelian di BEI dan Morgan Stabley di New York Stock Exchange.

Dalam pelaksanaannya hingga 21 Juni 2007, perusahaan berhasil membeli kembali saham perseroan sebanyak 211.290.500 lembar saham yang terdiri dari 154.434.500 lembar saham di BEI dan 56.856.00 lembar saham (1.421.400 ADS) di New York Stock Exchange.

Nilai pembelian keseluruhan saham tersebut adalah sebesar Rp. 1.829.113.342.360,- dengan rata-rata tertimbang harga pembelian kembali per lembar saham sebesar Rp 8.654.

Program Share Buyback Tahap I kemudian dilanjutkan dengan Program Share Buyback II berdasarkan per­setujuan Rapat Umum Pemegang Sa­ham Tahunan (RUPST) Telkom 29 Juni 2007. Jangka waktu Pembelian Kem­bali Saham II akan berakhir 18 bulan sejak tanggal RUPST atau pada 29 Desember 2008. rm
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/01 09/02 Change
Pts %
JCI 3.135,323.122,15-13,17-0,42
All Ordinaries 4.526,804.563,0036,200,80
Hang Seng 20.623,8320.868,92245,091,19
Nikkei 225 8.927,029.062,84135,821,52
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.431,961.441,079,110,64
SET 919,34920,541,200,13
STI 2.982,832.986,663,830,13
Dow Jones 10.269,4710.320,1050,630,49
FTSE 100 5.366,415.371,044,630,09
FTSE ASEAN 581,24583,552,310,40
FTSE ASEAN 40 11.378,2311.399,3121,080,19

 

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2