| |
| Edukasi Seks Bisa Tangkal Remaja Berhubungan Intim di Usia Dini |
| Senin, 24/12/07, 10:08:40 AM WIB |
| |
|
|
| |
Hasil Penelitian di AS
PARA remaja yang pernah mendapat edukasi seks secara formal diketahui tidak akan menjalani hubungan intim pertamanya di usia dini.
Hal ini ditemukan tim peneliti dari Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa para remaja lelaki yang pernah mendapat pelajaran seks di sekolah, 71 persen di antaranya mengaku tidak berhubungan intim sampai mereka berusia 15 tahun.
Sedangkan remaja putri yang juga mendapat pelajaran seks, 59 persen di antaranya tidak berhubungan intim di bawah 15 tahun.
Di samping itu, pengetahuan tentang seks yang didapat dari sekolah meningkatkan kesadaraan penggunaan kontrasepsi pada remaja lelaki saat berhubungan pertama kali. Demikian menurut penelitian Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) di AS, yang hasilnya diterbitkan di Journal of Adolescent Health.
”Melihat hasil penelitan, sepertinya edukasi seks sepertinya berhasil,” kata Trisha Mueller, seorang epidemiologi yang bekerjasama dengan CDC dalam penelitian.
”Pelajaran seks tersebut berhasil, khususnya untuk populasi yang biasanya berada pada risiko tinggi terkena penyakit menular seksual,” tambahnya.
Penelitian ini bermula pada tim Mueller yang melihat survei nasional 2002, yang melibatkan 2.019 remaja berusia 15 hingga 19 tahun.
Mereka menemukan anak laki-laki yang mendapat pelajaran seks di sekolah, tiga kali lebih dapat mengontrol kelahiran karena mereka tidak melakukan hubungan intim pada usia dini.
Tetapi, edukasi seks ini tdiak berpengaruh banyak terhadap remaja perempuan, dimana mereka kurang bisa mengontrol kelahiran bayi.
Yang lebih parah, sebanyak 91 remaja putri berkulit hitam yang mendapat pelajaran seks, ternyata telah berhubungan intim di bawah usia 15 tahun. Sayangnya, melihat kenyataan ini, tim peneliti tidak mengevaluasi isi program edukasi seks di sekolah-sekolah. rm
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|