| |
| Matahari Jamin Transaksi LPPF Bisa Dipelajari Investor Publik |
| Kamis, 11 Maret 2010, 00:07:38 WIB |
| |
|
|
| |
Keterangan CVC Partners Belum Dibutuhkan
Jakarta, RMexpose.Manajemen PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menjamin transaksi penjualan 90,76 persen saham LPPF kepada Meadow Asia Company Limited (MAC) sangat terbuka dan bisa dipelajari oleh investor publik.
Hal tersebut dikemukakan Director Corporate Communication MPPA Danny Kojongian dalam surat elektroniknya di Jakarta, kemarin. Menurut Danny, keterbukaan transaksi senilai Rp 7,16 triliun tersebut tidak saja mencakup transaksi material. Tetapi juga mencakup keterbukaan yang lebih rinci dan ditunjang pendapat dari penilai independen.
Danny menyatakan, transaksi ini disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Bapepam tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan yang mencakup keterbukaan informasi.
Seperti uraian mengenai rencana transaksi seperti obyek, nilai, pihak yang melakukan transaksi. Kemudian juga ringkasan laporan penilai yang mencakup obyek penilaian, tujuan, asumsi, pendekatan dan rencana transaksi.
Kemarin, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany memanggil manajemen MPPA untuk meminta kepastian dan komitmen Matahari soal dana hasil penjualan anak usahanya. “Apakah bisa lebih baik dibandingkan Departemen Storenya dijual,” kata Fuad.
Menurut dia, Matahari diminta memberikan presentasi seperti apa rencana bisnisnya dan penggunaan uang dari hasil penjualan saham LPPF. “Namun keterangan CVC belum dibutuhkan ,” ujar Fuad.
Dia mengatakan, sebagai perusahaan yang dimiliki publik sebesar 43 persen, Bapepam harus mendapatkan jaminan apakah uangnya untuk pengembangan bisnis atau kepentingan lain.
Seperti diketahui, MAC merupakan anak perusahaan CVC yang ikut menangani transaksi penjualan saham Matahari. Menurut Danny, keterlibatan MDS dalam transaksi ini sangat diperlukan untuk mendukung program ekspansi MDS dalam menghadapi persaingan yang semakin keras. “Ini bentuk sinergi antara kekuatan dari manajemen MDS. Kita berharap dukungan pendanaan dan jaringan akan memberi nilai positif pada MDS,’’ ujarnya. >B?DIN/DWI
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|