header-rmexpose
    Rabu , 08 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
Jamsostek Singkirkan BRI
Rabu, 10 Maret 2010, 00:12:06 WIB
 
 

Anggarkan Rp 900 Miliar Untuk Beli Saham Bukopin

Jakarta, RMexpose.Peluang BRI untuk mengambilalih bisnis Bank Bukopin makin tipis. Pesaing utamanya, Jamsostek, segera menggelontorkan Rp 900 miliar untuk membeli saham PT Bank Bukopin (BBKP) tersebut.

Jamsostek menegaskan, pi­hak­nya berminat membeli saham PT Bank Bukopin melalui meka­nisme penerbitan saham baru (right issue). Sebelumnya, BUMN yang menangani asuransi pekerja ini menyatakan hanya berminat membeli saham Bukopin Syariah.

“Itu tergantung dari pemerin­tah,” kata Direktur Utama Jamso­stek Hotbonar Sinaga di sela-sela Forum BUMN di Gedung Telkom Ja­karta, kemarin.

Hotbonar menegaskan, Jam­sos­tek hanya akan menjadi peme­gang saham minoritas di induk pe­rusahaan Bank Bukopin Sya­riah tersebut. Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya meng­aku alokasikan dana sekitar Rp 900 miliar. Dana tersebut me­ning­­kat dari alokasi yang sebe­lumnya sebesar Rp 300 miliar.

Seperti diketahui, Jamsostek ke­mungkinan bakal bersaing de­ngan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk bisa memiliki saham Bank Bukopin. BRI dikabarkan sangat berminat mem­beli saham Bukopin. Selain BRI, saham Bu­kopin juga dimi­nati bank asing, yaitu Rabobank dan kon­sorsium keuangan dari Eropa.

Menanggapi langkah Jamsos­tek tersebut, Deputi Bidang Per­bank­an dan Jasa Keuangan Ke­men­terian BUMN Pari­kesit Sup­rapto mengatakan, sam­pai saat ini pihaknya belum me­nerima lapo­ran mengenai rencana pembelian saham Bank Bukopin oleh Jam­sostek dan BRI.

Namun, pihaknya memberikan isyarat bah­wa BRI akan sulit mem­beli sa­ham Bukopin. Sebab, pe­me­rin­tah mesti mengajukan per­mintaan privatisasi kepada peme­rintah dan DPR untuk me­minta persetu­juan pelepasan saham.

Sebelumnya dikabarkan, deng­an masuknya Jamsostek ke Buko­pin, kepemilikan pemerintah, Ya­yasan Bulog, serta publik di bank tersebut akan terdilusi. Sumber Rakyat Merdeka mengungkap­kan, Kementerian BUMN juga le­bih memilih Jamsostek untuk masuk ke Bukopin daripada BRI. BRI justru akan didorong masuk ke Bank Agro guna membantu me­nguatkan kredit sektor per­tanian.

Jamsostek sempat menjajaki akui­sisi terhadap enam bank dan sedang memproses uji tuntas pem­belian PT Bank Syariah Bukopin.

Dirut Bank Bukopin Glen Gle­nar­di dalam sebuah ke­sem­patan mengakui, banyak calon investor yang naksir Bukopin. Bukan ha­nya bank konvensional, tapi juga anak perusahaan bank sya­riah. Tetapi, belum ada pembi­ca­­raan se­rius yang me­ngarah pa­da kese­pakatan dengan peme­gang saham.

Glen menambah­kan, saat ini perbankan masih me­nunggu pe­rubahan Arsitektur Per­bankan In­donesia (API). Pa­sal­nya, refor­mu­lasi API ini diper­kirakan akan mengubah berbagai ketentuan terkait modal dan juga soal mer­ger akuisisi.

Harga saham Bukopin berpe­luang menguat ke level Rp 400-500 per saham atau menembus harga bukunya di kisaran Rp 397. Pada per­dagangan kemarin, saham Bu­ko­­pin ditutup di level Rp 390 per saham. TIO/DIN
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2