| |
| Jamsostek Singkirkan BRI |
| Rabu, 10 Maret 2010, 00:12:06 WIB |
| |
|
|
| |
Anggarkan Rp 900 Miliar Untuk Beli Saham Bukopin
Jakarta, RMexpose.Peluang BRI untuk mengambilalih bisnis Bank Bukopin makin tipis. Pesaing utamanya, Jamsostek, segera menggelontorkan Rp 900 miliar untuk membeli saham PT Bank Bukopin (BBKP) tersebut.
Jamsostek menegaskan, pihaknya berminat membeli saham PT Bank Bukopin melalui mekanisme penerbitan saham baru (right issue). Sebelumnya, BUMN yang menangani asuransi pekerja ini menyatakan hanya berminat membeli saham Bukopin Syariah.
“Itu tergantung dari pemerintah,” kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di sela-sela Forum BUMN di Gedung Telkom Jakarta, kemarin.
Hotbonar menegaskan, Jamsostek hanya akan menjadi pemegang saham minoritas di induk perusahaan Bank Bukopin Syariah tersebut. Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya mengaku alokasikan dana sekitar Rp 900 miliar. Dana tersebut meningkat dari alokasi yang sebelumnya sebesar Rp 300 miliar.
Seperti diketahui, Jamsostek kemungkinan bakal bersaing dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk bisa memiliki saham Bank Bukopin. BRI dikabarkan sangat berminat membeli saham Bukopin. Selain BRI, saham Bukopin juga diminati bank asing, yaitu Rabobank dan konsorsium keuangan dari Eropa.
Menanggapi langkah Jamsostek tersebut, Deputi Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Kementerian BUMN Parikesit Suprapto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai rencana pembelian saham Bank Bukopin oleh Jamsostek dan BRI.
Namun, pihaknya memberikan isyarat bahwa BRI akan sulit membeli saham Bukopin. Sebab, pemerintah mesti mengajukan permintaan privatisasi kepada pemerintah dan DPR untuk meminta persetujuan pelepasan saham.
Sebelumnya dikabarkan, dengan masuknya Jamsostek ke Bukopin, kepemilikan pemerintah, Yayasan Bulog, serta publik di bank tersebut akan terdilusi. Sumber Rakyat Merdeka mengungkapkan, Kementerian BUMN juga lebih memilih Jamsostek untuk masuk ke Bukopin daripada BRI. BRI justru akan didorong masuk ke Bank Agro guna membantu menguatkan kredit sektor pertanian.
Jamsostek sempat menjajaki akuisisi terhadap enam bank dan sedang memproses uji tuntas pembelian PT Bank Syariah Bukopin.
Dirut Bank Bukopin Glen Glenardi dalam sebuah kesempatan mengakui, banyak calon investor yang naksir Bukopin. Bukan hanya bank konvensional, tapi juga anak perusahaan bank syariah. Tetapi, belum ada pembicaraan serius yang mengarah pada kesepakatan dengan pemegang saham.
Glen menambahkan, saat ini perbankan masih menunggu perubahan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Pasalnya, reformulasi API ini diperkirakan akan mengubah berbagai ketentuan terkait modal dan juga soal merger akuisisi.
Harga saham Bukopin berpeluang menguat ke level Rp 400-500 per saham atau menembus harga bukunya di kisaran Rp 397. Pada perdagangan kemarin, saham Bukopin ditutup di level Rp 390 per saham. TIO/DIN
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|