header-rmexpose
    Jumat , 10 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
Monopoli Jasa Sewa Menara BTS Rugikan Operator Dan Investor
Rabu, 10 Maret 2010, 00:10:59 WIB
 
 

Jakarta, RMexpose.DPR ngotot meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelidiki dugaan monopoli jasa sewa menara Base Transceiver Station (BTS) di Bali terkait aksi perobohan menara BTS. Ada perebutan tender menara?

Pasalnya, perobohan itu di­duga dilakukan guna  me­mu­lus­kan upaya dugaan monopoli PT Bali Towerindo Sentra dalam me­nye­lenggarakan jasa sewa mena­ra di Bali.

Wakil Ketua Komisi I dari FPDIP Hasanuddin meminta  pe­merintah segera menye­le­saikan persoalan ini. Kalau per­soalan ini terus dibiarkan, iklim in­vestasi terganggu dan me­ru­gikan pen­dapatan asli daerah (PAD).

”Kalau memang ternyata du­gaan monopoli itu benar, tindak tegas yang ikut terlibat. Dan KPPU harus secepatnya me­nye­lidiki dugaan tersebut,” pintahnya.

Dia juga meminta Mendagri untuk tidak berdiam diri. Men­dagri mesti menindak pejabat  daerah jika memang melakukan pelanggaran dalam proses per­izinannya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Komisi I dari FPD Hayo­no Isman. Kalau aksi pero­bohan dipicu kesepakatan de­ngan PT BTS betul, katanya, itu berarti ada monopoli terse­lu­bung de­ng­an menunjuk re­kanan tertentu untuk mengelola tower atas na­ma Pemda.

”Menara bukan bagian dari aset pemda yang harus didanai APBD. Jadi, Pemda tidak dapat ter­libat dalam penetapan tender pengadaan menara. Kalau ada proses tender yang melibatkan Pemda berarti patut diduga prak­tik gratifikasi,” kata Ha­yo­no di Jakarta. 

Aksi perobohan ini merupakan lanjutan dari kiprah sebelumnya. Akhir 2008 lalu, enam menara dirobohkan oleh Pemkab Ba­dung. Selanjutnya pada Agustus 2009, Pemkab kembali mero­bohkan 17 menara yang berakibat 90 BTS milik tujuh operator tidak lagi berfungsi normal.

Ketujuh operator itu berikut jumlah BTS yang dirobohkan adalah Telkomsel (22 BTS), Indosat (enam BTS), XL Axiata (delapan BTS), Mobile-8 Tele­com (33 BTS), Bakrie Telecom (enam BTS), Hutchison CP Tele­com (enam BTS), dan Telkom (enam BTS).

Tindakan tersebut meng­aki­batkan layanan seluler di se­jum­lah lokasi di daerah kawasan wisata yang meliputi Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta, Seminyak, dan sekitarnya, tidak berfungsi optimal dan banyak blankspot.

Terkait perobohan beberapa BTS di Badung, Bali, beberapa pro­vider menyatakan, setiap pembangunan menara mesti memenuhi prosedur dan proses perizinannya mesti lengkap.

”Sebelum dilakukan pemba­ngunan, kita sudah melaksanakan semua prosedur yang ditetapkan, hingga proses perizinan. Jadi tidak ada yang namanya mono­poli,” kata Vice President Public and Marketing Communications (PMC) PT Telkom Tbk H Eddy Kurnia saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, semua prosedur sudah dijalankan dengan baik, termasuk kontrak sewa dengan pe­nyedia menara. Kerja sama dengan penyedia menara juga diperhatikan betul. Dalam kerja sama, ada kontrak antara provider dan penyedia menara, sehingga ada hak dan kewajiban. “Oto­ma­tis masalah perizinan pun sudah lengkap,” katanya. FIK/NOV
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2