header-rmexpose
    Jumat , 10 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
TV China Mau Geser Produk Dari Jepang
Rabu, 10 Maret 2010, 00:10:08 WIB
 
 

Jakarta, RMexpose.Sekalipun belum resmi ditan­datangani perjanjian kerjasama pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (CFTA), pro­duk China sudah membajiri pasar di Indonesia. Salah satunya ada­lah Changhong Electronics, produsen televisi asal China, yang ikut menyemarakkan pasar teve di tanah air. Beberapa pro­duk high-end telah disiapkan, khususnya untuk line up plasma TV dan LCD TV.

Mengedepankan performa black glossy, teve ini cocok diletakkan di ruang keluarga. Line up televisi plas­ma dan LCD ditujukan untuk ke­las yang berbeda dari kelas CRT.

”Kami mencoba membidik pasar high-end, sekaligus men­jadikan merek Changhong tetap diingat konsumen,” ujar Manager Penjualan Nasional Changhong Indonesia, Felic Khusnadi di sela pe­luncuran TV asal China di Ho­tel Sangrila Java Sumatera Room Kuningan Jakarta, baru baru.

Menurut Washington Feng, Representatif Changhong Indo­nesia, perusahaannya kini mem­fo­kuskan penjualan produk teve di Indonesia. Setelah sukses menjadi raja TV Cina, Chang­hong akan terus menggenjot pen­jualan teve di pasar Indonesia.

Kini, pangsa pasar produk teve ini  masih kecil. “Kami tahu kompetisi sangat ketat di pasar Indonesia. Namun, kami melihat pasar Indonesia, potensinya sangat bagus,” katanya me­nang­gapi rezim pasar bebas ini.

Sementara Kementerian BUMN mendorong pemerintah mene­rapkan penggunaan label Stan­dar Na­sional Industri (SNI) terhadap produk China guna melindungi perusahaan lokal dan sekaligus memproteksi kon­sumen, terkait CFTA.

”SNI penting diterapkan untuk mengetahui kualitas barang yang masuk ke Indonesia,” kata Se­kretaris Kementerian BUMN Said Didu, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

ACFTA memberikan dampak besar terhadap pasar lokal karena akan dibanjiri produk-produk yang beragam kualitas dan har­ganya. Satu jenis produk, kata Said, bisa memiliki hingga lima kualitas. Harganya pun bervariasi dan bisa bersaing dengan produk sejenis dalam negeri.

”Dari tampang sama (produk), tapi kualitasnya rendah. Harga yang ditawarkan yang lebih murah bisa saja produk asal China ter­sebut lebih laku,” tegasnya.

Untuk itu, Said menegaskan, penerapan SNI tidak saja di­berlakukan untuk produk dari luar negeri tetapi juga produk lokal agar telihat jelas bahwa yang dibeli para konsumen bukan produk “sampah”.

Sesungguhnya, masalah yang dihadapi adalah bahwa produk asal China yang masuk ke dalam negeri tidak punya standar. “Ka­lau standarnya sama, maka kita yakin mampu bersaing. Ma­nufaktur agak berat, tapi kalau produk rumahan masih bera­nilah,” tegas Said.

Said mencontohkan, motor China yang sempat menjadi fenomenal masuk ke Indonesia karena dijual dengan harga mu­rah, belakangan tidak lagi laku atau bahkan hilang dari pasar karena konsumen otomotif sudah le­bih jeli terhadap kualitas produk.

Untuk itulah, katanya, penting bagi pemerintah untuk me­nge­depankan kampanye produk dalam negeri, dengan catatan bahwa yang diproduksi adalah barang berkualitas. FIK
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2