| |
| Kekuatan Brand Matahari Dipertimbangkan Investor |
| Selasa, 09 Maret 2010, 00:12:06 WIB |
| |
|
|
| |
MPPA Bantah Lakukan Price Manipulation Saham
Jakarta, RMexpose.Pihak PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengakui harga saham yang ditawarkan kepada CVC sangat menarik dan di atas harga perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski demikian, manajemen anak usaha Lippo ini membantah telah melakukan praktik price manipulation dan insider trading dalam segala transaksinya.
Hal tersebut dikemukakan Director Corporate Communication MPPA Danny Kojongian di Jakarta, kemarin menanggapi adanya dugaan transaksi orang dalam di penjualan saham MPPA. Menurut dia, pihak MPPA sadar betul bahwa price manipulation dan insider trading sangat bertentangan dengan peraturan di Bapepam.
“Kami tidak mungkin melakukan price manipulation dan insider trading karena tidak ada keuntungannya bagi kedua perseroan melakukan hal tersebut. Harga penjualan saham MPPA dalam MDS dilakukan berdasarkan penilaian yang tidak didasarkan pada referensi harga saham MDS di bursa tapi pada real valuation dari nilai MDS pasca pengambilalihan aset Matahari,“ ujarnya.
Seperti diketahui, MPPA telah melepas 90,76 persen saham Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) kepada Meadow Asia Company Limited (MAC), yang merupakan anak usaha CVC Capital Partner Asia III Limited. Nilainya Rp 2.705,33 per saham, atau totalnya Rp 7,16 triliun.
Persoalannya, pihak Bapepam mengendus adanya praktik penggelembungan saham LPPF di Meadow sebelum dijaminkan ke CIMB Niaga dan Standard Chartered Bank (SCB). LPPF sebelumnya dikabarkan mendapatkan kredit Rp 3,25 triliun dari kedua bank tersebut.
Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang melihat, harga saham LPPF naik secara gila-gilaan dengan volume transaksi minim.
Urip Budi Prasetyo, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI menyatakan, “Kami selalu mengawasi perdagangan dan jika ada yang tidak wajar, akan kami selidiki.”
Menurut Danny, kalau harga pembelian saham MPPA yang ditawarkan CVC kepada MPPA sangat menarik itu karena faktor ekonomis. Seperti, potensi pasar ritel yang besar di Indonesia, manajemen MDS yang tangguh dan kekuatan brand name Matahari. “Dalam transaksi corporate finance, skema transaksi MPPA-CVC bisa ditemui di berbagai transaksi di belahan dunia lainnya,” ujarnya. DIN/DWI
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|