header-rmexpose
    Rabu , 08 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
APPBI: Ritel Asing & Pasar Tradisional Segera Bersinergi
Senin, 08 Pebruari 2010, 00:06:07 WIB
 
 

Pesaing Utama Carrefour Itu Giant & Hypermart

Jakarta, RMexpose.Ketua Umum Asosiasi Penge­lola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan me­minta ada sinergi antara peritel asing dan pedagang pasar tradi­sional. Sinergi tersebut bisa dila­ku­kan dalam memasarkan pro­duk lokal usaha kecil dan mene­ngah (UKM). Meski diakui, bah­wa sebenarnya peritel asing ter­sebut bukan pesaing utama peda­gang pasar tradisional. Pesaing utama peritel asing itu sesama pe­ritel asing juga.

Saat ini, ada tiga peritel asing yang beroperasi di Indonesia, yak­ni Giant, Carrefour dan Hy­per­mart. Mengenai Hypermart ini me­rupakan anak usaha Lippo yang sebagian sahamnya diketa­hui milik CVC Capital Partners.

Stefanus mengatakan, menge­nai pembatasan antara pusat per­belanjaan modern dengan pasar tradisional tidak perlu disoalkan terus. Namun, yang penting saat ini bagaimana pembinaan pasar-pasar tradisional sehingga mam­pu bersaing dengan toko-toko mo­dern seperti minimarket. “Se­karang peraturan daerah sedang dikaji kalau sudah selesai, maka akan saling sinergi,” katanya ke­pada Rakyat Merdeka di Ja­karta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, sering terjadinya tudingan bersalah kepada pusat perbelanjaan modern karena pem­­­­beli di pasar tradisional ber­ku­­rang, padahal pe­me­rintah be­lum mampu bisa m­e­ngelola pasar tra­disonal secara optimal.

Sementara Tri, seorang peda­gang sepatu, sandal dan tas di Pa­sar Kebayoran Lama, Ja­karta mengakui, keberadaan pusat per­belanjaan modern di sekitar pa­sar tradisional Kebayoran Lama, ti­dak mempengaruhi pen­ju­alan­nya.

“Jangankan Car­refour Per­mata Hi­jau yang jaraknya ja­uh, di de­kat sini juga ada Car­re­four Mar­ket dan Ramayana, tapi tetap ti­dak mempengaruhi pen­jualan saya,” katanya. Me­nurutnya, seg­men konsumen di pasar Ke­ba­yo­ran dan Carrefour itu berbeda. “Yang sa­­ya jual untuk seg­men me­nengah ke ba­wah sedangkan di pusat per­­be­lanjaan modern kelas me­nengah ke atas,’’ ujarnya.

Corporate Secretary Carrefour Ira­wan D Kadarman men­je­las­kan, berbagai riset menyatakan pangsa pasar ritel modern adalah sekitar 15 persen sedangkan 85 per­sen di­kuasai oleh pasar tra­disional. Carrefour, ung­kap­nya, memiliki pangsa pasar 17 persen dari 15 persen pangsa pasar ritel mo­­dern ini (Nielsen). “Jadi Car­re­four tidak men­do­minasi pa­sar,’’ ujarnya. Dikatakan, meski Car­re­fo­ur tersebut peritel asing namun tetap bermitra dengan sekitar 4000 pemasok UKM. DIN
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2