header-rmexpose
    Rabu , 08 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
KPC Minta Penyidikan Pajaknya Dihentikan Total
Minggu, 07 Pebruari 2010, 00:14:30 WIB
 
 

Tjiptardjo: Jika Minta Distop, Dendanya Harus Dibayar

Jakarta, RMexpose.Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menunggu penjelasan semua perusahaan go public yang diduga menunggak pajak. Sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hanya mau membayar tunggakan pajaknya jika diperintahkan oleh pengadilan.

Kepala Biro Penilaian Ke­u­a­ng­an Perusahaan Sektor Jasa Ba­pe­pam-LK Noor Rachman men­­jelaskan, pihaknya sudah ber­ko­ordinasi dengan Dirjen Pajak me­ng­enai adanya beberapa emiten yang menunggak pajak. Sebab, hal itu merupakan kewenangan dir­jen pajak.

“Tidak semua di­tangani Ba­pepam-LK, ada pem­bagian tu­gas,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Sementara PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak perusahaan BUMI, mengaju­kan gugatan pra-peradilan atas pe­nyidikan pajak yang dilakukan Ditjen Pajak. Gugatan ini diaju­kan ka­rena Ditjen Pajak dinilai melang­gar peraturannya sendiri.

“Setiap anggota masyarakat baik individu maupun perusahaan berhak meminta perlindungan hukum dari penguasa yang me­nyalahgunakan kewenangannya. Proses pra-peradilan ini kami lakukan karena Ditjen Pajak me­nolak untuk tunduk pada peratu­rannya sendiri,” tegas pengacara KPC Aji Wijaya dalam kete­rangan­nya di Jakarta, kemarin.

Sidang praperadilan KPC di­gelar di Pengadilan Negeri Ja­karta Selatan Kamis (4/2). Dalam sidang tersebut, dihadirkan ahli Hukum Pidana Chairul Hu­da.

Menurut Chairul, KPC ber­­pe­luang memenangkan guga­tan pra peradilan kepada Ditjen Pajak karena pengadilan negeri me­mi­liki kewenangan menghen­tikan penyidikan Ditjen Pajak atas KPC.

“Pengadilan negeri ber­hak mem­batalkan penyidikan yang di­lakukan oleh penegak hu­kum apabila penyidikan itu di­anggap mas­yarakat ber­ada di luar kewe­nangan penegak hu­kum,” katanya.

Ditjen Pajak menuding perusa­haan batubara milik Grup Bakrie itu menunggak pajak senilai Rp 2,1 triliun. Namun, manajemen BUMI membantah hitungan versi Ditjen Pajak tersebut. Dalam la­poran keuangannya periode tri­wulan ketiga tahun 2009, BUMI menyatakan, pajak KPC dan PT Arutmin Indonesia, masing-ma­sing 119,807 juta dolar AS dan 92,840 juta dolar AS. Totalnya se­ki­tar 212,647 juta dolar AS (Rp 2,1 triliun).

Dirjen Pajak Mochammad Tjip­tardjo me­ng­aku saat ini tengah meng­gan­deng Bareskrim Mabes Polri gu­na melakukan penyidikan tu­ng­gakan pajak di kelompok usaha Bakrie tersebut. “Kalau penyi­dikan tengah dilakukan, maka tidak bisa diundur. Kalau wajib pajak minta diundur, maka ha­rus bayar denda,’’ cetusnya di Ja­kar­ta, baru-baru ini. DIN/DWI

 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2