| |
| Awas, Nyamuk DBD Bisa Hidup Di Air Comberan |
| Minggu, 07 Pebruari 2010, 00:10:57 WIB |
| |
|
|
| |
Perilaku Aedes Aegypti Berubah
Jakarta, RMexpose.Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia makin sulit diberantas. Kini, nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus DBD ini tak hanya berkembang biak di genangan air bersih, tapi juga bisa hidup di air comberan.
Populasi nyamuk DBD semakin meningkat dan jumlah korbannya pun semakin banyak. Apalagi, masyarakat tidak biasa membersihkan tempat yang berpotensi menyebabkan genangan air.
Ahli entomologi kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Upik Kusumawati Hadi mengemukakan, perilaku nyamuk perantara penularan (vektor) penyakit DBD mulai berubah.
”Jika sebelumnya nyamuk aedes aegypti hanya suka berada di air bersih, tapi sekarang mereka juga bisa tinggal di air yang tercemar,” katanya di acara peluncuran Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah di Jakarta, baru-baru ini.
Dari hasil penelitian ditemukan, nyamuk yang tubuhnya berwarna belang hitam putih itu bisa hidup pada air yang mengandung deterjen, kaporit, dan kotoran hewan. Padahal, sebelumnya nyamuk ini hanya berkembang biak di air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
”Tidak hanya di air bersih yang tergenang, saat ini penebar demam berdarah bisa hidup di air comberan sekalipun,” jelasnya.
Upik memaparkan, menghangatnya suhu akibat pemanasan global membuat proses perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti berlangsung lebih cepat sehingga peningkatan populasi nyamuk juga makin cepat.
”Perubahan inilah yang antara lain menyebabkan penularan DBD sulit dikendalikan. Jumlah korban yang bisa terkena demam berdarah pun semakin banyak,” pungkas Upik. NOV
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|