| |
| Jangan Anggap Remeh, Banyak Nyawa Melayang |
| Minggu, 07 Pebruari 2010, 00:10:37 WIB |
| |
|
|
| |
Jakarta, RMexpose.Tidak sedikit yang memiliki pengalaman pahit dengan penyakit DBD, termasuk almarhum Dirut PT Astra International Michael D Ruslim yang wafat di Singapura diduga terkena demam berdarah.
Begitu juga bekas Puteri Remaja Indonesia era 78-an, Tika Bisono, harus kehilangan puteri kesayangannya, Janika Ramadhani Puteri akibat DBD.
Berdasarkan data Depkes, tingkat kematian akibat DBD, cukup bikin miris. Pada 2008, sedikitnya 1.187 orang meninggal akibat DBD. Kalau diambil rata-rata, ada 100 korban jiwa setiap bulan. Identik dengan pesawat Hercules yang memiliki kapasitas penumpang 100 orang, jatuh langsung ke bumi.
Saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Jhonny Darmawan tidak mengetahui pasti apakah kematian Michael D Ruslim betul terkena DBD atau bukan.
”Awalnya, beliau memang terkena DBD. Tapi itu dulu. Sepengetahuan saya, Michael meninggal bukan terkena DBD, tapi karena penyakit komplikasi yang diidapnya selama ini,” terang Jhonny di Jakarta, baru-baru ini.
Sementera Tika Wibisono mengatakan, ancaman DBD tidak bisa diremehkan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Nyamuk Aedes Aegepty yang membawa virus DBD bisa menular kepada siapa saja.
”Kesadaran untuk hidup bersih, menutup peluang bagi hidupnya nyamuk Aedes Aegepty, tidak bisa dilakukan sendirian. Harus serempak, bersama-sama. Misalnya, kita bersih sementara tetangga jorok, peluang hidup nyamuk Aedes Aegepty masih terbuka,’’ paparnya.
Di kalangan masyarakat mapan, lanjutnya, bukan jaminan bebas DBD. Di rumah tangga elite pun masih terbuka wahana bagi berkembang biaknya nyamuk pembawa maut itu.
”Misalnya, genangan air di dispenser, sisa air di kulkas dan vas bunga, berbahaya. Kalau dibiarkan seminggu, bisa jadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegepty,” katanya.
“Problemnya adalah mengubah kebiasaan atau perilaku masyarakat kita. Harus dimulai sekarang,’’ tegas Tika.
Bagaimana dengan fogging atau abatisasi (pemberian abate)? Menurutnya, belum juga menjamin. Karena fogging atau penyemprotan hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya tidak. Sementara abatisasi hanya mampu membunuh jentiknya saja.
Dia kembali mengingatkan bahanya DBD tidak bisa dianggap remeh. Sudah banyak nyawa melayang karena DBD. FIK
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|