header-rmexpose
    Rabu , 08 September 2010    Bapepam: BUMI & DEWA Harus Diganjar Sanksi       Distribusi Penyaluran Bensin Pertamina Perlu Diinvestigasi      DPR Pertimbangkan Kucuran Dana Tambahan Rp 350 Miliar      IPO 2012, Saham Garudafood Mulai Diburu Investor      Indosat Tunda Tanggal Pembelian Obligasi      CMNP Lepas Proyek Jalan Tol Di Filipina      Jual Anak Usaha, Laba Intiland Melejit 35 Kali Lipat  
 
Pertamina Diminta Batalkan Impor Minyak Dari Sudan
Sabtu, 06 Pebruari 2010, 00:32:56 WIB
 
 

Jakarta, RMexpose.DPR meminta Pertamina mempertimbangkan keputusannya mengimpor minyak mentah dari Sudan. Pertamina diharapkan tidak menghalalkan segala cara dalam menjalankan usahanya serta segera memberangus keberadaan broker minyak.

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon, hal itu untuk menindak lanjuti te­mu­an­nya ketika melakukan kunju­ngan kerja (sidak) di Lawe-Lawe, Kali­mantan Timur yang menemu­kan fakta minyak men­tah diduga diimpor dari Sudan. Dia meng­i­ngat­kan, jika hal itu benar terjadi, maka berpotensi merugikan ne­gara. Alasannya, saat ini Sudan te­lah diembargo oleh Amerika Seri­kat dan tidak boleh mengeks­por minyaknya ke negara lain.

Terlebih dalam hal ini beberapa perusahaan pembiayaan luar ne­geri telah memberikan sinyal de­ngan menarik diri serta me­la­ku­kan pembatalan rencana mereka.

“Kami sampai harus mengejar kapal yang sedang jalan waktu itu, ini prosedurnya bagaimana. Tolong dijelaskan karena Sudan ini kan sudah dilarang dunia, ke­napa tetap dibiarkan,” kata Ef­fendi saat hearing Komisi VII DPR de­ngan Pertamina di Ja­karta, Ka­mis malam (4/2).

Lebih lanjut anggota Fraksi PDIP ini menyatakan, kasus ini hampir serupa dengan kasus Za­tapi yang kini telah tenggelam. Untuk itu, dia berharap semua ka­sus baik Lawe-lawe dan Zatapi bisa ditindaklanjuti kem­bali.

Sebab, jelas kejadian-keja­dian tersebut merupakan ajang bagi broker-broker atau pengu­saha minyak yang tidak bertang­gung jawab dan ingin mengambil ke­pentingan pribadi serta kelom­pok saja. “Kasus Zatapi kan kata Ba­res­krim dan lainnya sudah di-SP3- kan. Ini baiknya dibuka lagi semua biar jelas, ter­masuk kasus Lawe-Lawe ini,” ujar­nya.

Hal senada diungkapkan ang­gota Komisi VII Daryatmo Mar­diyanto. Menurutnya, jika dite­mukan bukti-bukti baru, tidak ada salahnya jika kasus yang menyita perhatian publik ini bisa diung­kap kembali.

Menanggapi pertanyaan ini, Wakil Dirut Pertamina Omar S Anwar menyatakan, impor mi­nyak mentah (crude oil) jenis Nile Blend sebesar 600.000 barel dari Sudan sudah mendapatkan restu dari Kementerian Perdagangan.

“Saat crude oil akan datang dan loading, kami sudah da­pat persetujuan Kementerian Per­­dagangan,” kata Omar.

Izin tersebut berdasarkan surat Men­teri Per­da­gang­an Nomor 04.PI-19.09.0003. Omar menyata­kan, tender im­por minyak men­tah itu dila­kukan Petral dan di­ikuti 32 perusahaan baik na­sio­nal dan internasional. DIN/DWI
 
Baca Juga :
 
Untitled Document
      Kamis, 29 Juli 2010 00:11:51 WIB
      Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII
      Kembangkan Basis IT Dukung E-Banking
       
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:10 WIB
      Lea Indra Kartika, Communication Director PT Ford Motor Indonesia
      Diminta Tingkatkan Kepedulian Pelanggan
       
      Senin, 26 Juli 2010 00:16:21 WIB
      Taufan Wijaya Sakti, Director of Sales Speedup PT MLW Telecom
      Punya Segudang Inovasi Untuk Bersaing
       
Untitled Document
      Selasa, 27 Juli 2010 04:02:32 WIB
      Sandera Politik Darmin Nasution
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Badan Anggaran DPR Dan Ketua Kadin Indonesia
       
      Jum'at, 23 Juli 2010 00:17:57 WIB
      Tantangan Berat Perbankan Syariah
      Oleh: Januar Armansyah, Consumer Business Development Department Head BRI Syariah
       
      Rabu, 21 Juli 2010 00:06:45 WIB
      Mencermati RUU Pencucian Uang
      Oleh: Bambang Soesatyo, Anggota Pansus RUU PPTPU/Komisi III DPR
       
 
Untitled Document

World Index

Index Code 09/06 09/07 Change
Pts %
JCI 3.217,153.230,8913,740,43
All Ordinaries 4.615,704.613,00-2,70-0,06
Hang Seng 21.355,7721.401,7946,020,22
Nikkei 225 9.301,329.226,00-75,32-0,81
FTSE Bursa Malaysia KLCI1.434,681.434,27-0,41-0,03
SET 931,52926,09-5,43-0,58
STI 3.034,583.036,091,510,05
Dow Jones *10.320,1010.447,93127,831,24
FTSE 100 *5.428,155.439,1911,040,20
FTSE ASEAN *586,52592,235,710,97
FTSE ASEAN 40 *11.440,4811.572,67132,191,16

 * Data tanggal 2, 3 dan 6 September 2010

 

 

 
  Untitled Document
Keuangan Elektronik Energi Transportasi Seluler Corporate Otomotif Properti Wisata

Copyright © 2007 Rakyat Merdeka.
Browser : Menampilkan Nama Browser CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html) Menampilkan Nama Browser | 202.43.162.2