| |
| Bahana Securities Dan Danareksa Bakal Dimerger |
| Kamis, 26/11/09, 00:06:54 AM WIB |
| |
|
|
| |
Mustafa: Sinergi Bukan Jadi Masalah
Jakarta, RMexpose.Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengkaji penggabungan dua anak usaha BUMN, yaitu PT Danareksa Sekuritas dengan PT Bahana Securities. Merger akan dilakukan setelah pemerintah menguasai 100 persen saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Penggabungan ini dilakukan karena kedua perusahaan tersebut memiliki latar belakang di bidang keuangan. Rencananya, ada dua anak perusahaan Bank Indonesia (BI) dan dua BUMN yang akan dimerger.
“Nanti akan kita putuskan kalau sudah diserahkan ke Kementerian Negara BUMN. Salah satunya, nanti Bahana bisa kita atur merger dengan Danareksa,” ujar Meneg BUMN Mustafa Abubakar usai rapat dengan DPR, kemarin.
Dia mengatakan, strategi penggabungan tersebut baru akan dikaji lebih lanjut, usai diserahkan ke pemerintah. Mustafa menjelaskan, strategi tersebut diperlukan karena bisa saling memenuhi.
“Itu karena dalam mengembangkan itu kita butuh penjaminan dan pendampingan. Yang satu untuk penjaminan, Askrindo nanti dengan Jamkrindo bisa kita atur,” kata bekas Dirut Bulog ini.
Mustafa mengaku tidak khawatir, bila perusahaan itu digabung justru tidak bersinergi. “Nanti apakah itu bersinergi atau masing-masing itu tidak perlu dikhawatirkan karena sudah satu atap,” sergahnya.
Sementara untuk penghibahan dua perusahaan terkait, PT Askrindo dan BPUI kepada pemerintah, Mustafa memasrahkannya kepada DPR. “Itu kita serahkan kepada DPR, terserah kepada Komisi XI DPR kalau sudah clear, baru diserahkan ke pemerintah dan kita akan sambut dan akan kita perlakukan sama dengan BUMN lain,” pungkasnya
Dari data di bursa disebutkan, dalam kuartal ketiga tahun ini, Bahana sukses mencetak peningkatan laba. Pencapaian ini ditopang membaiknya kondisi bursa saham dan pasar surat utang serta kemampuan perusahaan menekan beban operasional.
Hingga September lalu, Bahana Sekuritas mencatatkan laba bersih Rp 35 milliar, naik Rp 5 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 30 miliar. “Program penghematan berhasil menekan biaya operasional yang kami keluarkan,” ujar Eko Yuliantoro, Dirut Bahana Sekuritas. TIO/DIN
|
| |
|
|
|
|
|
|
Untitled Document
|
|
|
Untitled Document
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|